28 Desember 2016

Yuk Buat Sendiri "Weekly Schedule" Anak-anak

Spesifikasi judul: "Weekly Schedule" Anak Usia Dini



Sebetulnya sudah lama sekali tulisan ini mengendap di draft. Nggak apa deh ya, niatnya sharing. Awalnya saya mencari tahu gimana sih kurikulum dan jadwal anak Homeschooling? Baca-baca dan dapat materi, ternyata intinya fleksibel kok. Apalagi yang menganut "Follow the Child."  Tapi nggak ada salahnya, bila kita sebagai ibu, membuat jadwal mingguan agar kegiatan anak-anak lebih fokus dan memudahkan kita mencari bahan ajar. Duh, udah kaya guru aja. Ya memang, kan ibu itu guru pertama anak-anaknya ^^

23 Desember 2016

Ayo Dukung Bright Future Campaign


Sabtu, 17 Desember lalu, saya berkesempatan menghadiri undangan dari The Urban Mama (TUM) bersama Unilever Indonesia dan Blibli.com untuk mendukung Bright Future Campaign. Acara ini dihadiri para TUM Bloggers, sebutan untuk para member TUM yang memiliki blog. Saya tertarik dengan acara ini karena bertema "Selamat Tinggal Dunia Lama, Dukung Masa Depan Cerah Anak Indonesia Lewat Dunia yang Sehat dan Gembira."

Acara dimulai sekitar pukul satu siang dan dibuka oleh MC cantik Mba fika dan dilanjutkan dengan sambutan dari Teh Ninit Yunita selaku founder The Urban Mama. Setelah sambutan, talkshow pun dimulai.

Narasumber pada acara ini adalah Mba Adisty Nilasari, selaku Media Relation Manager dari Unilever, mba Lany Rahayu selaku Senior Marketing Communication Manager Blibli.com dan Ibu Retno Dewanti Purba, psikolog dari SAUH Psicological Services.

Doc. Theurbanmama


20 Desember 2016

Periksa ke Dokter Riyana Kadarsari, Sp.OG

Pertama kali mendengar nama dokter Riyana itu sebelum Ramadhan tahun kemarin. Karena saya butuh periksa kondisi rahim saya yang saat itu bermasalah dan sudah tertunda beberapa kali, jadi sabtu itu harus periksa. Pertama sih langsung ke RSIA Dhia mau ketemu dokter Nina Afiani, Sp.Og seperti sebelumnya. Tapi karena entah kenapa hari itu batal periksa setelah bolak balik ke RS-nya. Jadi males, haha...

Masih diatas motor di depan RSIA Dhia, saya menghubungi salah satu mamak Tangsel. Dan beliau merekomendasikan ke BWCC (Bintaro Woman & Children Clinic) saja dengan dokter Riyana. Oke, sebelum kesana, sempat menelpon, tapi nggak ada jadwal dokter Riyana. Yasudah, kesana langsung daftar siapa pun dokternya. Kedua kalinya, batal periksa karena dokternya kena macet dan antrean sudah panjang. 

Singkat cerita, saat itu saya akhirnya diperiksa oleh dokter Rizka di BWCC pada hari minggunya. Belum, belum ketemu dokter Riyana.

***

Setelah Lebaran

Alhamdulillah, testpack menyatakan saya positif hamil setelah sebelumnya dua dokter kandungan

19 Desember 2016

Aku bisa bilang "R"

Tulisan ini dipersembahkan oleh Rizma ^^


***

Waktu itu hari sabtu, 19 November 2016, ada yangti (eyang putri, sebutan lain untuk nenek) datang dari Ponorogo. Tapi kebetulan yangti lagi sibuk persiapan pernikahan ponakan yangti di Depok. Jadi, sabtu itu aku seperti biasa cuma sama papah dan bunda.

Hari sebelumnya, aku kepleset dari motor. Sebetulnya bukan aku sih yang kepleset, tapi teteh Rani yang kepleset. Karena aku pegangan teteh, jadi aku ikut kepleset juga. Dan kakiku terkena knalpot motor deh. Tapi, teteh nggak sadar kalau kakiku kena knalpot. Jadi, pas mandi aku kesakitan kalau sabunnya kena kaki. 

Malamnya, aku cerita sama papah kalau aku habis jatuh dari motor. Papah langsung lihat luka di kakiku. Agak kehitaman gitu lukanya, sakit kalau kesenggol. Makanya aku rada rewel, hehe maaf ya pah, bund, teh. Lukanya diobatin pakai minyak tawon sama bunda. Aku kesakitan, tapi gimana lagi, kan biar sembuh.

29 November 2016

Menyiapkan "The Prepared Environment" yang Sehat

Salah satu metode yang saya pakai dalam menjalani peran ibu sebagai sekolah pertama anak mengajarkan saya untuk menyiapkan "The Prepared Environment" untuk anak saya, Rizma. Artinya, ruang tidur, ruang bermain, ruang baca, dan bahkan dapur dibuat "child friendly" sehingga anak-anak dapat aman bereksplorasi bebas dan diharapkan menjadi mandiri.


Ruang tidur

Saya sengaja memasang ranjang pendek khusus anak agar Rizma dapat naik turun dengan mudah. Meski sampai saat ini Rizma belum pisah kamar dengan kami, tetapi Rizma sudah mulai kami ajarkan tidur sendiri di kasur terpisah di kamar yang sama dengan kami. Selain itu, lemari pakaian di kamar saat ini saya menggunakan lemari berbentuk laci yang saya beri nomor satu sampai empat